Perjalanan Mengintip Kejayaan Masa Lampau Melalui Pameran Foto Pinhole
GRISSEE – Gluren Naar Vergane Glorie. Bermula dari obrolan singkat beberapa orang rekan Pinhole Gresik di sebuah warung kopi untuk mengadakan pameran foto pinhole sebagai pancingan rekan-rekan pemain pinhole di gresik dan sekitarnya untuk berkarya lebih, juga sebagai momen untuk memperkenalkan pinhole sebagai alternatif dalam berfotografi maka disusunlah rencana sederhana untuk membuat pameran dengan tema kolonial.

Sebagai langkah awal, beberapa hari kemudian kami menemui salah satu sesepuh konservasi gresik, bapak Oemar Zainuddin atau yang akrab dipanggil dengan Pak Nud. Sambutan yang kami terima ketika mengutarakan niat berpameran serta ‘meminjam’ salah satu bagian rumah beliau untuk berpameran sungguh diluar dugaan, beliau dengan sangat antusias mendukung rencana pameran ini. Bukanlah suatu kebetulan kita memilih hendak meminjam bagian rumah beliau mengingat lokasinya yang terletak di kampung Kemasan yang merupakan bagian dari kawasan heritage kota Gresik sehingga diharapkan auranya dapat menyatu dengan tema pameran yang mengangkat kejayaan masa lalu.
Semakin mendekati hari H, ide dan konsep acara semakin berkembang dengan mengikutsertakan beberapa komunitas yang ada di Gresik sehingga akhirnya diputuskan untuk menyelenggarakan pameran kali ini secara outdoor di Kampung Kemasan dengan konsep umum pasar malam. Sebagai konsekuensinya maka persiapan pameran pun semakin bertambah, sejumlah damarkurung (lampion khas Gresik) dan standing display pun menjadi PR baru kami.
Sabtu, 24 September 2011. Kesibukan pun semakin bertambah, ketegangan semakin memuncak. Sore menjelang pembukaan pameran pun, masih juga tersisa beberapa detail keperluan acara yang terlewatkan. Beruntunglah beberapa orang teman membantu kami sejak pagi sehingga sedikit bisa menambal kekurangan kami.
Selepas maghrib, damarkurung (lampion) mulai dinyalakan, tamu dan pengunjung mulai berdatangan. Arena pameran sepanjang kurang lebih 50 meter pun mulai riuh dengan berbagai pertanyaan dan lontaran heran sebagian besar pengunjung melihat foto-foto pinhole yang dipamerkan. Tercatat 40 karya pinhole (17 diantaranya adalah karya teman-teman dari luar kota) yang dicetak seukuran 12R dipamerkan malam itu.
Sudah dapat diduga, meja pamer kamera pinhole menjadi sasaran para pengunjung melampiaskan keheranan mereka melihat deretan kamera kaleng dan kardus. Koleksi kamera pinhole dengan motif etnik jawa timuran hasil tugas akhir Melisa di jurusan DKV Univ. Petra yang ikut dipamerkan semakin menambah penasaran para pengunjung pameran. Secara bergantian, Harun, Yaslim, Yoyok, Dani dan Agus menerangkan bagaimana sebuah benda sesederhana kaleng dan kardus dapat difungsikan menjadi alat perekam/kamera sementara beberapa teman yang lain menyambut tamu dan pengunjung yang datang.
Acara semakin meriah dengan iringan musik akustik yang membawakan lagu-lagu djaman dahoeloe kala. Beberapa pengunjung terlihat berbincang dan bercengkrama sambil menikmati sajian makanan dan minuman khas Gresik yang malam itu tersedia di beberapa stan, juga terlihat di sebelah barat area pameran yang diisi oleh stan-stan cinderamata dipadati pengunjung pameran yang hendak mendapatkan souvenir khas Gresik.
Sampai menjelang tengah malam, beberapa orang masih terlihat baru datang. Meskipun melewati rencana semula (tutup jam 10 malam), teman-teman masih cukup bersemangat untuk menerangkan kepada pengunjung yang baru datang. Bagi kami, suasana malam itu sungguh di luar dugaan. Sebagai komunitas baru yang menampilkan karya-karya (mungkin) bagi sebagian besar warga Gresik adalah hal baru, keramaian dan apresiasi pengunjung malam itu sungguh menghapuskan lelah selama persiapan.
Besok paginya, hari Minggu 25 September 2011, sedari pagi buta kami sudah mempersiapkan lokasi pameran mengingat akan ada rombongan salah satu perguruan sekolah yang sedang berulang tahun dan menyelenggarakan jalan-jalan budaya dengan rute melewati area pameran.
Tak lama berselang, kurang lebih 2000 siswa dan rombongan jalan-jalan budaya yang diawali dengan penampilan pencak macan (salah satu tradisi khas Gresik) mulai berdatangan. Pagi itu teman-teman Pinhole Gresik kembali dibanjiri dengan aneka pertanyaan seputar pinhole. Bahkan seorang ibu yang dikemudian diketahui ternyata adalah guru fisika, cukup detail menanyakan seputar prinsip kerja kamera pinhole.
Selepas rombongan siswa, area pameran kembali diramaikan kehadiran teman-teman dari Paguyuban Sepeda Kebo Gresik (Pasekgres). Rombongan penggemar sepeda antik ini datang dengan aneka kostum tempo doeloe dan dengan segera mereka pun menjadi pusat perhatian pengunjung yang lain.
Menjelang pukul 10 siang itu, workshop pinhole yang sudah terjadwal menjadi bagian dari acara pameran pun segera dimulai. Sekitar 30 orang peserta memadati salah satu bagian rumah Pak Nud yang menjadi lokasi workshop. Setelah pemaparan singkat tentang sejarah dan teknik rekam dengan pinhole, segera saja para peserta mencoba praktik sendiri membuat kamera, memotret dan memproses gambar di kamar gelap. Lagi-lagi sering terdengar pekik kegembiraan peserta workshop melihat hasil jepretan mereka, sementara dibagian lain juga terdengar desah kecewa sebagian peserta yang lain yang masih gagal ‘menangkap’ gambar dengan kamera pinhole.
Hari bertambah siang namun sejumlah peserta baru workshop masih saja berdatangan. Teman-teman Pinhole Gresik pun dengan sigap menerangkan kembali keunikan kamera sederhana ini. Sampai akhirnya menjelang sore hari dengan sangat terpaksa workshop pinhole pun kita sudahi. Mengingat kami harus mempersiapkan lagi area pameran untuk malam terakhir ini.
Pengunjung malam terakhir pameran memang tidak seramai ketika pembukaan, namun hal itu tidak mengurangi semangat kami untuk tetap bertahan sampai malam menjelang. Malam itu juga teman-teman dari komunitas Breaker Gresik unjuk aksi di area pameran. Sementara stan-stan cinderamata khas Gresik tetap bertahan sampai menjelang pukul 9 malam itu, pameran resmi kami tutup.
Banyak catatan yang kami dapatkan dari penyelenggaraan pameran foto pinhole kali ini. Mulai dari detail teknis acara sampai dengan ide dan konsep yang memungkinkan jika menyelenggarakan acara seperti ini di lain hari. Namun satu hal yang pasti, pembuktian teman-teman Pinhole Gresik bahwa meski dengan jumlah anggota, dana dan waktu persiapan yang sangat terbatas masih dapat menyelenggarakan acara yang meski sangat sederhana namun cukup berkesan.
Tak lupa kami mengucapkan beribu terima kasih kepada segenap pihak yang telah membantu persiapan dan pelaksanaan acara Pameran Foto Pinhole GRISSEE – Gluren Naar Vergane Glorie ini. Juga kepada teman-teman komunitas pinhole dari luar kota yang sangat mendukung terselenggaranya acara ini, serta kepada komunitas-komunitas lokal Gresik yang ikut berpartisipasi dan meramaikan acara ini. Semoga kita bias bekerjasama dengan lebih baik di kemudian hari.

Peserta Pameran:
Gresik: Abdullah Rofi’i – Akhmad Yaslim – Harun Ar-Rasyid – Muhamad Hamdani – M. N. Hidayatur R. – Moch. Ainur Rahman – Rio Tria H. – Siska
Surabaya: Agus Fariansyah
Pekalongan: Aulia Rizkiawati – Budi Purwanto – Febrian Eka Sulistianto
Bandung: Ahmad Shofyadi – Ali Sutamsar – Dede Jejen – Deni Sugandi – Gun Gun Nuryadin
Jakarta: Arif Wahyudi – Farhan Ferdiansyah – Hendri Irmanto – Ifan F. Harijanto – Listiyanto Prabowo
gresik tempo duluFOTO GRESIK TEMPO DOELOEpersiapan pameran fotodisplay pameran TA DKV petra surabayamempersiapkan pameran budayapameran lagupameran outdoorpersiapan dana pameranpersiapan pameranbudaya pencak macan kabupaten gresikpinhole cak piipinhole dan fotopoto orang gresikPOTO PERSIAPAN PAMERANsejarah pinholemembuat pameran fotografilogo tempo dulu kabupaten gresiklangkah awal persiapan pamerandisplay pameran tugas akhir dkvfebrian eka sulistianto
-
rief
-
http://cakpii.co.uk cakpii
Categories
Recent Comments
- Panda_metalbroz on Solargraphy: Paper Test
- pearl on Foto RedScale dengan Android #redroidscale
- Si Jagomerah on Membuat Kamera Pinhole Sederhana dari Kaleng
- cakpii on Catatan dalam ber-Pinhole bag.02
- cakpii on Membuat Kamera Pinhole Sederhana dari Kaleng




Posted under: 

































