Para Pencari….
Musim hujan mulai menjelang, pertanda alam mulai bermunculan. Laron-laron yang siklus hidupnya tidak panjang (jika dibanding manusi) mulai terbang mengepakkan sayap rapuhnya mengelilingi setiap cahaya. Entah sudah berapa puluh temennya jatuh terkapar tanpa sayap, namun belum nampak koloni itu menyerah merebut cahaya.
Seorang teman tiba-tiba dengan sangat santai berucap “Jangan seperti laron!”
“Loh kenapa emang?” Tanyaku penuh penasaran.
“Laron itu aneh. Perhatikan perilakunya ketika menemukan cahaya. Biarpun sumber cahaya tersebut adalah bola lampu atau api yang panas, atau bahkan sekedar kilauan cahaya yang memantul di air. Namun mereka secara berbondong-bondong akan terbang menuju cahaya tersebut malahan mereka berebut menabrak & tercebur ke air sehingga mereka mati.”
Teman itu melanjutkan, “Laron tidak belajar dari generasi sebelumnya. Mereka terus saja mengulang dari generasi kegenerasi. Laron salah menafsirkan dari dunia gelap kedunia terang. Suasana gelap dimana selama ini mengukung mereka, menumbuhkan perasaan dahsyat tentang terang. Terang menjadi menarik tanpa sedikitpun mengkaji tentang terang. Mereka terus berkerumun di tengah terang yang secara kebetulan mereka temukan. dan demi terang mereka mati.”
“Waduhh..!” pikirku. “Kan emang laron tidak bisa berpikir? Trus hubungannya dengan kita?!” Cecarku penasaran.
“Hhmm… Begini, kebanyakan dari kita bersikap seperti laron yang mencontoh tanpa mempelajari terlebih dahulu baik & buruknya. Hanya karena sesuatu itu sedang tren dan populer sehingga kita ikut berbondong-bondong mengikuti atau menuju sesuatu tersebut tanpa berusaha untuk menimbang baik buruknya bagi diri kita.”
“Woww..!” Terdiamku merasa tersindir.
“Kenapa kita tidak justru berusaha menggunakan kreatifitas kita sendiri? Untuk menuju sukses pelajari & pahami setiap jalan. Temukan potensi kita sendiri agar tidak terjebak seperti laron yang hanya menilai dari mayoritas.”
“Aahhh…!” Gila nih orang, asik banget.
“Eh tapi kenapa laron tidak muncul di siang hari? Kenapa mereka tidak mengejar dan mengerumuni matahari yang jelas-jelas bersinar jauh lebih terang?” Penasaranku terus berlanjut.
“Atau mungkin matahari terlalu jauh kali ya? Eh tapi kenapa juga tidak ada dari koloni laron itu yang jadi astronot aja, biar bisa terbang ke luar angkasa menuju matahari?!” Tiba-tiba isengku menjawab sendiri.
“hahahaha….%*#$$&!**!! Ahh sutralah, yang penting pikirkanlah sebelum kau melangkah teman!”
All photos taken using Sams*ng Galaxy Mini S5570 Fixed Focus
siklus hidup larondaur hidup laronsiklus laronperilaku laronarti laronperilaku pada laronpelajaran hidup dari sang laronlaron terbang mengerumuni cahaya untuk apalaron sianglaron di siang hariKenapa laron mengerumuni cahaya lampukenapa laron mengejar cahayakenapa laron keluar terus matijangan seperti larongambar laron matiGambar Daur hidup laronwww sikluslaron com
Categories
Recent Comments
- cakpii on Membuat Kamera Pinhole Sederhana dari Kaleng
- Riza_cuantikbuanget on Membuat Kamera Pinhole Sederhana dari Kaleng
- Catatan dalam ber-Pinhole bag.02 | cakpii.co.uk on Catatan dalam ber-Pinhole bag.01
- Catatan dalam ber-Pinhole bag.01 | cakpii.co.uk on Catatan dalam ber-Pinhole bag.02
- Foto RedScale dengan Android #redroidscale » cakpii.co.uk on Make Your Own Redscale Pinhole Camera




Posted under: 










