Catatan dalam ber-Pinhole bag.01

Aug 27, 2011 by     1 Comment     Posted under: Pinhole

Sekedar mengumpulkan kembali catatan dan tulisan yang berserak di beberapa tempat.
Tulisan ini pernah tampil di PinholeIndonesia.net dan KameraPinjaman.com

Berikut ini adalah beberapa hal yang saya perhatikan dalam beberapa kali mengikuti pelatihan atau workshop tentang pinhole (kamera lubang jarum) yang sering kali kita sepelekan padahal itu adalah termasuk bagian penting dalam bermain pinhole. Dan bukan sekali atau dua kali kita melakukan hal (kesalahan) yang sama, atau mengajukan pertanyaan yang sama.

Catatan berikut ini adalah bagian pertama dari 3 seri yang masing-masing mewakili proses yang umum kita lakukan dalam ber-pinhole ria, yaitu:

1. Pembuatan kamera
2. Pengambilan gambar
3. Proses kamar gelap atau pasca pengambilan gambar

1. Pembuatan Kamera

Salah satu keunikan dan ciri khas dalam pinhole adalah kamera yang kita gunakan untuk memotret adalah buatan sendiri (meskipun sudah ada juga yang jualan kamera pinhole) sehingga masing-masing kamera akan mempunyai ciri khasnya sendiri dan berbeda meskipun bentuknya sama.

Ada beberapa prinsip dasar pembuatan kamera pinhole yang harus kita perhatikan, yaitu:

  • Desain Kamera.Usahakan anda sudah dapat memperkirakan efek dari hasil foto dari sebuah kamera yang akan anda buat karena bentuk kamera sangat mempengaruhi efek dari gambar/foto yang dihasilkan.bentuk dasar Catatan dalam ber Pinhole bag.01Perhatikan gambar di atas, pada bagian atas (bentuk a, b dan c) akan menghasilkan foto dengan efek yang hampir sama meskipun bentuk dasar kamera berbeda. Hal ini disebabkan posisi media rekam serta jarak antara media rekam dan lubang (focal lenght)yang sama.Sementara pada poin d, efek foto yang dihasilkan sebenarnya sama dengan bentuk yang di atas namun karena focal length-nya pendek maka foto yang dihasilkan mencakup area yang lebih lebar (wide)tapi ada bagian dari ujung kertas yang tidak terekspos sehingga akan menghasilkan foto dengan frame di bagian tepi kertas (warna merah pada gambar).Sedangkan pada poin e, selain membentuk framing pada bagian tepi kertas (seperti pada poin d), efek yang dihasilkan juga berbeda karena ada bagian media rekam yang lurus kemudian melengkung pada bagian tengah. Efek foto yang dihasilkan akan seperti fisheye pada bagain tengah foto.Pada poin f, efek yang dihasilkan akan membentuk seperti sebuah gambar perspektif yang membesar pada bagian tengah foto dan mengecil di ujung.
  • Focal Length.Focal length adalah jarak antara lubang dengan media rekam. Pengaruh dari besar-kecil focal length atau jauh-dekat jarak lubang ke media rekam adalah lebar area yang terekam foto, semakin pendek/kecil focal length maka semakin lebar pula area yang terekam foto dan semakin jauh/besar focal length maka area yang terekam juga menjadi semakin sempit (sama dengan fungsi lensa tele zoom).Focal length juga akan mempengaruhi waktu pengambilan gambar. Semakin jauh/besar focal length maka waktu pemotretan/ekspos yang dibutuhkan juga akan bertambah lama.
  • Posisi Lensa di dalam atau di luar Kamera.Ini adalah pertanyaan yang sering dilontarkan oleh teman-teman soal penempatan posisi lensa di luar atau di dalam kamera. Sebenarnya permasalahan ini hanya timbul jika kita menggunakan bahan yang cukup tebal (misalnya karton 3mm atau kardus) sebagai bahan pembuat kamera.posisi lensa01 Catatan dalam ber Pinhole bag.01
    Pada gambar a, posisi lensa berada di luar kamera. Posisi lensa seperti ini menyebabkan proyeksi sinar yang masuk tidak dapat sempurna diterima oleh media rekam karena ada bagian yang terhalang oleh tebal badan kamera sehingga menyebabkan timbulnya framing pada hasil foto (kecuali jika kita memang menginginkan adanya vignette/frame).Sedangkan pada gambar b,dengan posisi lensa berada di dalam kamera maka proyeksi sinar yang masuk dapat terekspos penuh pada media rekam. Namun konsekuensinya adalah sudut area yang terekam oleh foto menjadi sedikit berkurang.Gambar berikut adalah alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan di atas dengan cara memotong miring bagian tepi lubang pada badan kamera selain memperbesar lubang pada badan kamera.posisi lensa02 Catatan dalam ber Pinhole bag.01
  • Ukuran/Diameter Lubang Jarum.Ukuran/diameter sebuah lubang jarum adalah kurang lebih 0.2-0.3mm. Namun karena kita membuat kamera dengan manual buatan tangan (handmade) maka ketepatan diameter adalah dengan ilmu kira-kira. Cara memastikan ukuran adalah cobalah untuk menerawang lubang yang telah kita bikin ke arah cahaya. Ukuran yang kita dianggap pas/tepat adalah ketika masih terlihat serat-serat logam pada saat lubang kita terawang ke arah cahaya.
    Semakin besar ukuran lubang berarti nilai F-Stop kamera bertambah kecil (ruang tajam kamera /ketajaman gambar berkurang) akan tetapi waktu ekspose (pemotretan) akan bertambah cepat.
    Sebaliknya semakin kecil lubang maka nilai F-Stop akan bertambah besar yang berarti ketajaman gambar bertambah tapi waktu pengambilan gambar juga akan bertambah lama.
  • Kamera Pinhole bukan Kotak Kue.Kenapa saya bilang kotak kue?!Prinsip dasar bagian dalam sebuah kotak kamera adalah harus kedap cahaya dan tidak mengijinkan sinar-sinar liar untuk masuk alias mencegah kebocoran. Dalam beberapa kesempatan saya seringkali memperhatikan teman-teman yang sedang membuat sebuah kotak kamera sendiri, baik itu menggunakan bahan karton, kardus ato bahan yang lain. Beberapa dari mereka dengan niat tampil beda berusaha membuat model/bentuk kamera sendiri, bukan penampilan yang saya risaukan. Akan tetapi prinsip dasar kedap cahaya sering kali mereka abaikan.Alih-alih berusaha membuatnya presisi, sebagian dari kita justru mengandalkan fungsi lakban hitam sebagai penutup kebocoran. Padahal perlu diingat juga bahwa ketika kamera sering digunakan dan terkena panas maka daya rekat lakban juga akan berkurang sehingga bukan tidak mungkin menyebabkan kebocoran.Jadi sebuah kotak kamera pinhole bukanlah sebuah kotak kue atau kotak sepatu yang asal tempel dan berbentuk meskipun sebuah kotak kue atau kotak sepatu juga bisa jadi sebuah kamera!
  • Kemudahan dalam Mengganti (reload) Media Rekam.Hal lain yang perlu diperhatikan dalam mendesain dan membuat sebuah kamera pinhole adalah kemudahan untuk mengganti media rekam (baik itu menggunakan media kertas foto ataupun film) dengan menggunakan changing bag dimana kita tidak bisa melihat alias cuma bisa meraba. Beberapa desain tingkat lanjut memang akan cukup menimbulkan kesulitan dalam penggantian media. Jika hal tersebut sudah terpikirkan sejak awal pembuatan kamera tentu saja anda mungkin sudah menyadari dan mahfum.Namun jika anda mendesain sebuah kamera yang akan digunakan untuk sebuah pelatihan atau workshop massal (terutama untuk pemula), hal ini tentu saja harus diperhatikan. Tidak semua orang mempunyai kemampuan untuk memasang media dalam posisi meraba.
  • Daya Tahan Kamera.Jika anda merencakan untuk membuat sebuah kamera yang dapat digunakan berkali-kali dalam jangka waktu yang cukup panjang, maka ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan, antara lain:- Gunakan bahan yang cukup kuat untuk terkena panas dan (mungkin)hujan atau keringat. Anda juga bisa (misalnya) jika kamera anda terbuat dari bahan karton atau kardus dengan melapisi kamera anda menggunakan isolasi plastik yang banyak terdapat dipasaran.
  • Bentuk dan desain kamera harus fleksibel terutama jika ada kemungkinan kamera tersebut sering anda bawa jalan-jalan atau bepergian.
  • Usahakan untuk selalu mengecek kamera yang akan anda gunakan terutama soal kemungkinan kebocoran cahaya.

bersambung ke bagian 2


pinhole adalahfungsi kotak kedap cahaya pada kamerafungsi pinholebag frame pada kamerateknik berpinholemembuat kamera lubang jarum pake kotak sepatulama pengambilan gambar kamera lubang jarumkertas poto yang digunakan kamera lubang jarum pdffungsi kamera lubang jarumfoto hasil pinholecara liat focal length di hasil fotoukuran kotak kamera lubang jarum